Memasak di dapur memang sangat menyenangkan jika seluruh peralatan memasak telah tersedia. Alat masak dapur juga menjadi alat yang paling sering dibeli oleh ibu rumah tangga. Selain karena setiap harinya digunakan baik untuk memasak ataupun makan, peralatan yang ada di dapur juga terus mengalami inovasi dari peralatan yang sederhana, modern, hingga peralatan yang canggih.

Beberapa peralatan masak tentunya memiliki usia atau batas penggunaan akhir dimana alat masak tersebut sudah tidak bisa digunakan dengan sebagaimana mestinya disebabkan oleh kerusakan penggunaan. Sebenarnya setiap benda tentu memiliki usia batas penggunaan. Akan tetap usia penggunaan tersebut dapat diperpanjang jika penggunaannya dilakukan dengan tepat dan cermat.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Agar Alat Masak Dapur Tetap Awet

1. Setelah selesai menggunakan, sebaiknya langsung dibersihkan

Ada beberapa ibu rumah tangga yang sehabis memasak biasanya peralatan dapur yang kotor dibiarkan begitu saja dan menunda-nunda untuk mencucinya. Padahal kebiasaan tersebutlah yang dapat merusak alat masak dapur. Sisa makanan yang melekat pada peralatan dapur dapat menyebabkan kerak dan membuat permukaan peralatan menjadi terkelupas sehingga lama kelamaan akan rusak.

Terlebih lagi banyak yang berpendapat bahwa setelah memasak biasanya peralatan terlebih dahulu direndam agar sisa makanan yang menempel dengan mudah dibersihkan. Cara ini tidak berlaku bagi semua peralatan memasak. Seperti misalnya alat masak dari plastik yang mana apabila direndam terlalu lama maka akan membuat lapisan plastik terkelupas dan tentunya akan berbahaya jika digunakan lagi.

2. Jangan biarkan tetap basah

Setelah selesai dicuci, pastikan ketika hendak menyimpan kembali, alat masak dapur harus dalam keadaan kering. Sisa air yang masih menempel pada alat masak akan membuat peralatan mudah rusak. Meski peralatan tersebut merupakan anti karat. Stainless steel sekalipun akan berkarat dan untuk plastik permukaannya data terkelupas jika terkena air dan disimpan dalam keadaan basah.

3. Jangan langsung menuang makanan panas pada wadah

Setelah selesai memasak, ibu rumah tangga akan langsung menuang masakan pada wadah baskom lalu menyajikannya di meja makan. Padahal tidak semua bahan peralatan mampu menahan panas dari masakan yang baru matang. Sebaiknya tunggu beberapa saat terlebih dahulu agar masakan lebih sedikit dingin baru kemudian di tuang ke dalam wadah makanan dan siap disajikan di meja makan.

Katalog Produk Mr. Kitchen

4. Mencuci dengan alat yang aman

Noda atau kerak pada peralatan dapur seteah memasak menjadi hal yang paling dihindari oleh ibu rumah tangga. Beberapa ibu justru memilih untuk membersihkan dengan paksa menggunakan sabut pencuci piring yang kasar agar noda atau kerak dieprmukaan peralatan cepat menghilang. Padahal cara ini justru membuat peralatan memasak akan lebih mudah rusak.

Sebaiknya menggunakan sabut cuci piring yang aman dengan permukaan busa yang lebih lembut. Jika khawatir nodanya tidak bisa hilang menggunakan busa yang lembut, maka bisa menggunakan cairan pembersih yang mampu menghilangkan noda. Lapisi permukaan peralatan masak terlebih dahulu dengan cairan pembersih baru diusap menggunakan busa secara perlahan dan lembut.

5. Hindari memasak terlalu lama

Biasanya dalam menyajikan daging, proses memasaknya dibutuhkan waktu yang lama agar daging empuk dan bumbu meresap. Padahal peralatan dapur yang digunakan untuk memasak daging tersebut akan lebih cepat rusak dan tidak tahan lama. Tips yang disarankan adalah jika ingin memasak daging hingga empu, sebaiknya gunakan microwave dengan alat masak yang tahan microwave.

Microwave dapat diatur pada suhu tinggi dalam waktu yang singkat tanpa membuat daging gosong ataupun merusak alat dapur seperti wajan dan panci. Selain itu, memasak menggunakan microwave juga membuat daging matang merata dengan sempurna bahkan kadar kalori dan kolesterolnya lebih rendah daripada memasak menggunakan wajan yang dipenuhi minyak goreng berkolesterol tinggi.

Tidak jarang sekarang ini masyarakat maupun pengusaha makanan lebih memilih memasak menggunakan microwave. Kita juga seringkali menjumpai microwave sebagai alat masak di dapur restaurant atau hotel. Selain lebih praktis juga menyehatkan. Microwave juga mudah ditemukan pada agen, supplier atau distributor penjual alat masak dapur.

6. Memilih peralatan dapur yang sesuai

Maksud dari memilih peralatan dapur yang sesuai ini adalah gunakan alat dapur yang semestinya ketika memasak. Biasanya ibu rumah tangga yang masak terburu-buru akan menggunakan alat dapur seadanya. Misalnya saja untuk menghaluskan bumbu menggunakan blender jus yang aman justru akan membuatfungsi blender yang seharusnya untuk buah-buahan menjadi untuk bumbu.

Ada juga yang menggunakan pisau buah untuk memotong atau mencincang daging. Tentu saja hal tersebut salah dan dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan dapur. Terlebih lagi ketika memasak dalam jumlah besar biasanya ibu rumah tangga akan menggunakan peralatan memasak secara overload. Sisa makanan akan tercecer bahkan tumpah sampai ke kompor dan alat elektronik lain.

7. Membeli peralatan dapur yang terpercaya

Beberapa alat dapur memang memiliki brand tersendiri yang membuat masyarakat percaya akan fungsi dan keunggulannya. Beberapa iklan alat dapur justru memperagakan secara langsung melalui demo memasak agar lebih jelas. Akan tetapi tidak semua peralatan dapur yang di komersialkan tersebut memang benar-benar awet dan tahan lama karena kembali lagi pada cara pemakaian dan penyimpanan.

Membeli peralatan memasak sebaiknya lebih cermat. Jangan hanya mengandalkan iklan dan harga yang mahal tetapi tidak relevan dengan fungsinya. Tidak semua peralatan masak yang mahal akan bagus dan tidak semua peralatan masak murah tidak bagus. Membeli peralatan memasak sebaiknya pada agen dan distributor alat memasak yang terpercaya.

One Comment

Comments are closed.